12 hal mengerikan yang akan menimpa kamu yang suka menggunakan Jimat


Zaman memang semakin modern bukan berarti pemikiran manusia semakin maju dan menghindari hal-hal mistis, pada kenyataan nya justru banyak manusia semakin terjerumus terhadap hal berbau syirik baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Banyak manusia menggunakan jimat-jimat tertenu yang digunakan untuk keperluan tertentu baik itu penglaris, kebal, penarik lawan jenis dan berbagai macam lain nya.

Padahal, Rasulullah telah memberikan peringatan pada kita, bahwa memakai jimat adalah perbuatan syirik dan termasuk salah satu dosa besar bahkan sampai tingkat tidak di maafkan oleh Allah.

Kebanyakan umat Islam yang menggunakan jimat mayoritas mereka tidak tahu tentang jimat karna kurang nya ilmu agama, ataupun ada yang tau tetapi kalah oleh nafsu dunia.

Dari ‘Imron bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً أُرَاهُ قَالَ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا هَذِهِ . قَالَ مِنَ الْوَاهِنَةِ قَالَ أَمَا إِنَّهَا لاَ تَزِيدُكَ إِلاَّ وَهْناً انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِىَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَداً

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat di lengan seorang pria gelang yang dinampakkan padanya. Pria tersebut berkata bahwa gelang itu terbuat dari kuningan. Lalu beliau berkata, “Untuk apa engkau memakainya?” Pria tadi menjawab, “(Ini dipasang untuk mencegah dari) wahinah (penyakit yang ada di lengan atas). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Gelang tadi malah membuatmu semakin lemah. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ

“Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada tamimah (jimat), maka Allah tidak akan menyelesaikan urusannya. Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada kerang (untuk mencegah dari ‘ain, yaitu mata hasad atau iri, pen), maka Allah tidak akan memberikan kepadanya jaminan” (HR. Ahmad)

Untuk kamu ketahui biasanya orang-orang yang menggunakan jimat akan ditimpa beberapa hal :

1. Rumah tangga selalu ribut
2. Ada anggota keluarga yang idiot, gila, stress.
3. Keluarga selalu ribut.
4. Sulit punya keturunan dan sulit mendapat jodoh
5. Rejeki seret, Emosi tidak stabil.
6. Berat untuk Ibadah.
7. Resah, was was, susah tidur.
8. Badan gemetaran, stroke.
9. Bangun selalu kesiangan.
10. Impoten.
11. Ketakutan, dan kesedihan yang mendalam sepanjang hidupnya.
12. Kesakitan yang amat sangat saat sakaratul maut.

Dan tentu saja yang paling ditakuti adalah tidak diampuni dosa oleh Allah pemilik alam semesta ini.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48)

Tawakkal, Itu Kunci Kemudahan

Aneh jika kita bergantung pada benda yang tidak memiliki manfaat bagi kita kecuali jin-jin kafir yang berupaya untuk menyesatkan umat manusia.

Cukup Allah sebagai tempat kita berlindung diri dan cukup Allah sebagai tempat kita meminta. Masalahnya sekarang banyak manusia hanya percaya Allah dalam bentuk lisan saja sehingga hatinya tidak percaya akan kekuatan Allah yang mampu membolak-balikan hati dan nasib manusia.

Dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Ukaim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

“Barangsiapa menggantung hati pada sesuatu, urusannya akan diserahkan padanya” (HR. Tirmidzi)

Barangsiapa menggantungkan hatinya pada jimat dan rajah, maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut pada benda-benda tadi dan Allah akan menghinakannya. Beda halnya jika Allah yang dijadikan tempat bergantung. Jika seseorang bergantung pada Allah, maka urusannya akan diselesaikan oleh Allah, yang sulit akan menjadi mudah, dan yang jauh akan didekatkan.

Jika Allah yang menjadi sandaran, maka sebagaimana disebutkan dalam ayat,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3)


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Ibnu Jarir Ath Thobari ketika menjelaskan tentang surat Ath Tholaq ayat 3 mengatakan, “Barangsiapa yang bertakwa pada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menyandarkan hatinya pada-Nya, maka Allah akan memberi kecukupan bagi-Nya.” (Tafsir Ath Thobari, 23: 46)

Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari berbagai macam bentuk kesyirikan dan budaya jimat. Semoga Allah mematikan kita dalam keadaan bertauhid dan dalam keadaan khusnul khotimah.. Amiin
.